BP4K Kabupaten Cianjur Jalan Raya Bandung No. 61 CIANJUR Tlp/Fax (0263) 261156 E-Mail : bp4kcianjur@gmail.com___________BP4K Kabupaten Cianjur Jalan Raya Bandung No. 61 CIANJUR Tlp/Fax (0263) 261156 E-Mail : bp4kcianjur@gmail.com

Rabu, 10 Agustus 2011

MEMAKSIMALKAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI LAHAN SAWAH MELALUI SIPALAPA DAN ROPALAPA


Oleh: Ir. Arifin Penyuluh Pertanian Madya BP4K Cianjur

Lahan adalah sumber  kehidupan, jutaan manusia bahkan seluruh umat manusia  mendapatkan energi  kehidupan dari  mahluk yang namanya lahan. Oleh karena itu lahan menjadi sangat penting.  Di dunia pertanian lahan menjadi faktor pertama dan utama  karena dari sinilah produksi dan pendapatan yang langsung dapat dinikmati oleh para petani sebagai pelaku utama. Berbagai upaya telah dilakukan secara terus menerus untuk  meningkatkan produksi dan pendapatan  petani agar mereka mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya  ,  melalui berbagai kebijakan dan program  pemerintah,  melalui  rekayasa teknis maupun  rekasaysa sosial.  Namun demikian  peningkatan produksi dan pendapatan petani tidak seiring dengan peningkatan kebutuhan dan tingkat inflasi yang terjadi. Hal ini dipengaruhi oleh bebrapa faktor diantaranya. : pertama   pemilikan dan penguasaan lahan yang relatif sempit sebagian besar kurang dari 0,5 ha.  Kedua ; penerapan teknologi belum sepenuhnya sehingga peningkatan produktivitas tidak maksimal, ketiga  kelembagaan petani dilapangan  kurang  berfungsi  sehingga usahatani  belum efisien, keempat  kemampuan lahan yang semakin menururn, serta  persoalan-pesoalan lain yang dihadapi dunia pertanian    

SIPALAPA DAN ROPALAPA adalah salahsatu solusi dan upaya untuk memaksimalkan pendapatan petani. Sipalapa adalah Sistem Integrasi Palawija pada Tanaman Padi sedangkan Ropalapa  adalah Rotasi Palawija setelah Padi. Sipalapa dan Ropalapa merupakan agribisnis horizontal yang dapat meningkatkan pendapatan petani, mengendalikan OPT dan memperkaya musuh alami  serta mengurangi impor palawija. 
   
SIPALAPA dapat diaplikasikan dalam usahatani model surjan dan penanaman palawija di pematang sawah. Pematang sawah merupakan lahan yang selama ini dibiarkan  bera (nganggur), tetapi petani tidak menyadari bahwa lahannya nganggur, oleh karena itu lahan pematang ini sering disebut lahan bera yang  tak kentara ( unvisible sleeping land).  Menurut Prof. Dr. Baehaki, SE salah seorang peneliti di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi ) Luas pematang   di jalur pantura  rata-rata 5% dari luas areal atau sekitar 1700 m/ha lahan yang bisa aditanami palawija,  dan di dataran tinggi atau sawah berteras luas pematang bisa mencapai  25 % lebih. Lebih lanjut beliau melaporkan bahwa  dari satu ha sawah di pantura Jawa Barat dapat dihasilkan 370 kg biji kedelai.  Jika saja harga biji kedelai saat ini Rp. 6000/kg, petani akan mendapat tambahan pendapatan sebesar Rp. 2.220.000,  setara dengan 925 kg Gabah Kering Pungut (GKP) pada tingkat harga gabah Rp. 2400/kg.  Dengan asumsi satu ha menghasilkan 7000 kg GKP  dalam waktu bersamaan jika pematang sawahnya ditanami kedelai, maka  produktivitas lahan tersebut  menjadi 7.925 kg (meningkat 13,2 %).
Berdasarkan ilustrasi di atas ternyata SIPALAPA membuka peluang bagi  penigkatan pendapatan petani. Selain dapat menambah  pendapatan, melalui SIPALAPA sangat memungkinkan terjadinya kesinambungan kesediaan benih khususnya benih palawija sepanjag masa apa yang kita sebut Jalur Benih Antar Lapang  ( Jabal ).
ROPALAPA adalah Rotasi Palawija setelah Padi. Tempo doeloe istilah ini dikenal dengan istilah pergiliran tanaman. Ropalapa atau pergiliran tanaman merupakan rekayasa pola tanam yang sangat penting, karena selain dapat memutus siklus kehidupan OPT, i ROPALAPA dapat mekasimalkan kemampuan lahan untuk dapat menghasilkan produksi  (provitas). Hal ini bisa terjadi lantaran setiap jenis tanaman meimiliki kebuthan dan kemampuan menyerap hara dari  dalam tanah dalam jenis dan kadar yang berbeda -beda .  Hara yang tidak diserap oleh satu jenis tanaman dan tersisa,  akan dimanfaatkan dan diserap oleh jenis tanaman lainnya.    

Tidak ada komentar:

Berita Kita

Posting Populer